PASURUAN JurnalisIndependen.co.id Kota Pasuruan mulai dipadati ribuan jemaah sehari sebelum puncak Haul ke-45 KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar atau yang lebih dikenal dengan Mbah Hamid. Sejak Jumat (21/8/2026) pagi, arus kedatangan jemaah dari berbagai daerah terus terlihat menuju kawasan Pondok Pesantren Salafiyah.
Pembacaan Maulid Al-Habsyi menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menyedot perhatian terbesar. Selepas Salat Subuh, jemaah telah memenuhi sejumlah titik di sekitar pesantren untuk mengikuti lantunan selawat dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suasana religius terasa kuat sepanjang kegiatan. Ribuan jemaah mengikuti acara dengan khusyuk, sementara sejumlah ulama dan tokoh agama hadir di tengah-tengah jamaah.
Di antara tokoh yang hadir yakni KH Ahmad Baha’uddin Nursalim atau Gus Baha serta Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf. Kehadiran keduanya turut menambah antusiasme masyarakat yang sejak pagi telah berdatangan ke lokasi.
Tidak hanya halaman pesantren, kepadatan juga terlihat di sejumlah ruas jalan yang menjadi akses menuju pusat kegiatan haul. Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Jawa, kawasan Masjid Jami’ Al-Anwar hingga jalur menuju Pondok Pesantren Salafiyah tampak dipenuhi aktivitas jemaah.
Lonjakan jumlah masyarakat yang datang membuat pengaturan lalu lintas dan keamanan menjadi perhatian. Aparat bersama unsur terkait disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur pergerakan kendaraan maupun jemaah yang berjalan kaki menuju lokasi kegiatan.
Sejumlah pejabat daerah juga hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur JawaTimur Khofifah Indar Pariwansa Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan H.M. Shobih Ansori.
Jajaran TNI dan Polri turut terlibat dalam pengamanan rangkaian haul. Kehadiran aparat dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar dapat berlangsung tertib dan aman.
Selain Maulid Al-Habsyi, agenda Jumat juga diisi Temu Alumni dan Seminar Nasional Ikatan Alumni Salafiyah (IKSAS) serta Himmah di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah. Seminar tersebut menghadirkan Mahfud MD sebagai salah satu narasumber.
Memasuki malam hari, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Khotmul Quran yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di Pondok Pesantren Salafiyah.
Rangkaian menuju haul sebenarnya telah dimulai sejak Selasa (18/8/2026). Berbagai kegiatan keagamaan digelar hingga Kamis (20/8/2026), di antaranya Khatmil Qur’an bin Nadhor dan Khatmil Qur’an bil Hifdzi yang berlangsung di Mushola Pondok Pesantren Salafiyah serta kawasan Makam KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar.
Kegiatan pra-haul juga diwarnai agenda ilmiah dan kebudayaan. Pameran manuskrip dan seni rupa Ma’had Aly Salafiyah digelar di gedung ITC Kota Pasuruan, sedangkan forum Bahtsul Masa’il berlangsung di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju acara utama yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (22/8/2026).
Puncak Haul ke-45 KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB di Pondok Pesantren Salafiyah. Jumlah jemaah diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.
Mereka diprediksi tidak hanya datang dari wilayah Pasuruan dan berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Indonesia.
Besarnya jumlah jemaah yang diperkirakan hadir membuat persiapan pengamanan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah daerah, panitia, TNI, Polri serta berbagai unsur pelayanan masyarakat dilibatkan untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar lokasi.
Pengaturan arus lalu lintas menjadi salah satu fokus utama, mengingat sejumlah ruas jalan diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan dan aktivitas masyarakat selama puncak haul berlangsung.
Setelah acara utama selesai, rangkaian peringatan Haul ke-45 KH Abdul Hamid akan ditutup dengan Lailatul Hadrah pada Sabtu malam di kawasan Pondok Pesantren Salafiyah.
Bagi masyarakat dan jemaah yang hadir, haul tidak hanya menjadi agenda tahunan. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dakwah, keilmuan dan keteladanan KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar.
Antusiasme ribuan jemaah yang telah memadati Pasuruan sehari sebelum acara puncak menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap sosok ulama yang hingga kini terus dikenang dan menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan di Kota Pasuruan.(Din)
