GUNUNGKIDUL (DIY) | JurnalisIndependen.co.id — Ada kepemimpinan yang sekadar menjalankan roda pemerintahan. Ada pula kepemimpinan yang berusaha meninggalkan jejak perubahan.
Di Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, nama Nurhidayat Agustina kembali menjadi pilihan masyarakat. Melalui Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Gunungkidul 2026, ia kembali memperoleh mandat untuk memimpin Mertelu pada periode 2026–2034.
Masyarakat mengenalnya dengan sebutan “Sang Penata Muda”.
Bukan sekadar sebuah julukan, nama tersebut menjadi identitas yang melekat pada sosok Nurhidayat Agustina dalam perjalanan kepemimpinannya di Mertelu. Penataan pemerintahan, pelayanan publik, pemanfaatan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari arah yang terus dikembangkan.
Kini, setelah kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat, tantangannya bukan semakin ringan. Justru sebaliknya.
Mandat baru berarti tanggung jawab baru.
Delapan tahun ke depan akan menjadi ruang bagi Nurhidayat Agustina untuk membuktikan sejauh mana gagasan, program, dan inovasi pemerintahan mampu diterjemahkan menjadi perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bukan Sekadar Memimpin”
Kepemimpinan di tingkat kalurahan berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemerintah kalurahan menjadi pintu pertama berbagai kebutuhan warga, mulai dari pelayanan administrasi, informasi pemerintahan, pengaduan, pemberdayaan ekonomi hingga pembangunan lingkungan.
Di titik inilah pendekatan pelayanan menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan kepemimpinan Nurhidayat Agustina.
Pemanfaatan layanan digital melalui E-Migit dan LaporLur menjadi bagian dari upaya Kalurahan Mertelu menghadirkan akses pelayanan yang lebih mudah dan responsif.
Teknologi ditempatkan bukan sekadar sebagai simbol modernisasi, tetapi sebagai instrumen untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Warga membutuhkan informasi, pemerintah harus hadir.
Warga menyampaikan persoalan, pemerintah harus mendengar.
Dan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, birokrasi dituntut untuk tidak menjadi penghalang.
Semangat itulah yang menjadi salah satu wajah “Sang Penata Muda”.
“Dari Penataan Menuju Penguatan”
Periode 2026–2034 tentu membawa agenda yang lebih besar.
Mertelu tidak hanya membutuhkan pemerintahan yang berjalan, tetapi pemerintahan yang mampu membaca perubahan. Potensi ekonomi masyarakat, pemberdayaan warga, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemanfaatan teknologi dan pengembangan potensi lokal menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab secara berkelanjutan.
Di sinilah keberlanjutan kepemimpinan akan diuji.
Kepercayaan masyarakat yang telah diberikan bukanlah titik akhir. Ia merupakan awal dari periode pembuktian berikutnya.
Nurhidayat Agustina kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan program yang dinilai bermanfaat, mengevaluasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki, sekaligus membuka ruang bagi inovasi baru.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terletak pada lamanya masa jabatan.
Tetapi pada seberapa jauh masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan mereka.
“Mertelu Hebat Bergerak”
Kembalinya Nurhidayat Agustina melalui mandat masyarakat menempatkan Mertelu pada fase baru kepemimpinan.
“Sang Penata Muda” kembali ke panggung pemerintahan kalurahan dengan pekerjaan rumah yang tidak sedikit.
Ia membawa pengalaman dari periode sebelumnya, membawa mandat masyarakat untuk periode berikutnya, sekaligus membawa ekspektasi warga yang tentu semakin tinggi.
Mertelu membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga kesinambungan sekaligus berani membuka ruang pembaruan.
Di sinilah perjalanan baru itu dimulai.
Bukan lagi tentang bagaimana memenangkan sebuah pemilihan.
Melainkan bagaimana memenangkan kepercayaan masyarakat setiap hari melalui kerja, pelayanan dan kebermanfaatan.
Nurhidayat Agustina telah kembali mendapatkan mandat.
Kini, Mertelu menunggu bagaimana “Sang Penata Muda” menorehkan babak berikutnya.
Periode 2026–2034 bukan sekadar angka dalam masa jabatan.
Ia adalah delapan tahun perjalanan untuk menata, bergerak, melayani dan membangun Mertelu.
(Red/Arfian.)
