Sidoarjo JurnalisIndependen.co.id Di balik sederhana bangunan dapur yang berdiri di Desa Prasung, tersimpan harapan besar tentang masa depan yang lebih sehat dan sejahtera. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, secara resmi meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebuah langkah nyata yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat desa.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi titik balik bagi puluhan warga yang kini mendapatkan kesempatan bekerja. Sebanyak 52 tenaga kerja lokal terserap, membuka pintu rezeki bagi keluarga-keluarga yang selama ini berjuang di tengah keterbatasan. Senyum harapan pun mulai merekah di wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kekhawatiran akan penghasilan.
Dalam sambutannya, Mimik Idayana menegaskan bahwa dapur SPPG merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Program ini, menurutnya, tidak hanya bertujuan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjadi penggerak ekonomi berbasis desa.
“Yang kita bangun hari ini bukan hanya dapur, tetapi masa depan. Anak-anak kita mendapatkan gizi yang layak, sementara masyarakatnya mendapatkan peluang hidup yang lebih baik,” ujarnya dengan penuh harap.
Dapur SPPG Prasung dirancang dengan standar higienitas yang ketat. Setiap proses pengolahan makanan dilakukan secara profesional dan terukur, memastikan kualitas gizi tetap terjaga serta aman dikonsumsi. Dari bahan baku hingga penyajian, semuanya dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Lebih jauh, kehadiran dapur ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Kebutuhan bahan pangan yang terus berjalan membuka peluang bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM di sekitar desa untuk ikut terlibat. Dampaknya pun terasa berlapis, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
Suasana haru dan bangga menyelimuti peresmian tersebut. Bagi warga Prasung, dapur ini bukan hanya fasilitas, tetapi simbol perhatian dan keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil. Sebuah bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana, namun berdampak besar.
Mimik Idayana juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program ini dengan semangat kebersamaan. Ia berharap dapur SPPG dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sidoarjo.
Dari Desa Prasung, kini lahir sebuah harapan baru. Harapan akan generasi yang tumbuh sehat, serta masyarakat yang semakin mandiri dan berdaya. Sebuah langkah kecil yang membawa arti besar, bahwa kepedulian, ketika diwujudkan dengan tulus, mampu mengubah kehidupan banyak orang.(Din)

