Example 728x250

Truk Tambang Banyubiru Diduga Abaikan Keselamatan Jalan, Warga Resah: APH dan Pemda Jangan Tutup Mata

Pasuruan, Jurnalisindependen.co.id – Aktivitas truk pengangkut pasir dan tanah tras dari kawasan tambang Banyubiru kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan banyaknya truk bermuatan yang diduga melintas tanpa penutup terpal sehingga material berhamburan dan debu beterbangan di sepanjang jalan yang dilalui, Sabtu (13/6/2026).

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Debu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang pengendara, terutama pengendara sepeda motor, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat mempertanyakan pengawasan dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terhadap kendaraan angkutan tambang yang diduga tidak mematuhi aturan keselamatan pengangkutan barang.

Menurut warga, kendaraan yang mengangkut pasir maupun tanah seharusnya menggunakan penutup terpal agar muatan tidak tercecer dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun pengguna jalan lainnya.

“Setiap hari debu berterbangan. Pengendara motor yang paling merasakan dampaknya.
Kalau dibiarkan terus, bukan tidak mungkin akan memicu kecelakaan,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sebagai wilayah yang dilintasi kendaraan angkutan tambang, masyarakat berharap aparat terkait, termasuk jajaran kepolisian setempat, meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap kendaraan yang terbukti melanggar aturan lalu lintas dan keselamatan angkutan barang.

Kritik juga diarahkan kepada pemerintah daerah yang dinilai belum maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas angkutan tambang. Jika pelanggaran terjadi berulang kali tanpa tindakan tegas, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan anggapan bahwa aturan hanya berlaku bagi masyarakat kecil, sementara pelanggaran yang dilakukan oleh pihak tertentu seolah dibiarkan.

Media sebagai fungsi kontrol sosial menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah, instansi perhubungan, dan aparat penegak hukum dituntut hadir memberikan kepastian bahwa seluruh kendaraan angkutan tambang beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila keluhan masyarakat terus berulang dan tidak mendapat respons yang memadai, warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas angkutan tambang di wilayah tersebut.

Penegakan aturan yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Media akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial demi kepentingan masyarakat dan keselamatan publik. (@Ga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *