SURABAYA, JURNALISINDEPENDEN.co.id – Semangat melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus mempererat kebersamaan warga mewarnai perayaan Sedekah Bumi 2026 di wilayah Klakahrejo Lor RW 09, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Minggu 01 November 2026.
Mengusung tema “The Legend of Nusantara”, kegiatan tersebut dimeriahkan dengan Kirab Seni Budaya Nusantara yang menampilkan beragam pakaian adat dan kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Klakahrejo itu melibatkan warga dari enam Rukun Tetangga (RT), mulai RT 01 hingga RT 06.
Kirab budaya tersebut menampilkan kekayaan tradisi Nusantara, di antaranya budaya Jawa, Minahasa, Dayak, Madura, Bali, hingga Papua. Setiap kelompok peserta tampil dengan busana adat dan atribut khas daerah masing-masing, sehingga menghadirkan suasana penuh warna dan menjadi daya tarik masyarakat yang menyaksikan.
Selain kirab budaya, warga juga menampilkan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil alam. Berbagai hasil pertanian, seperti kacang-kacangan dan tomat, menjadi bagian dari sajian yang menggambarkan potensi serta kekayaan wilayah setempat.
Ketua RW 09 Sutono mengatakan, penyelenggaraan Sedekah Bumi tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya dengan konsep yang terus dikembangkan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mengangkat perpaduan budaya Jawa, Arab, dan unsur budaya umum, tahun ini panitia secara khusus mengusung keberagaman budaya Nusantara.
“Sedekah Bumi ini sudah yang keempat kalinya. Setiap tahun konsepnya berbeda. Tahun ini kami mengangkat budaya Nusantara untuk menghidupkan kembali dan memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Sutono.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau karnaval, melainkan menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menanamkan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa.
Sutono menegaskan, pihaknya bersama warga RW 09 memiliki komitmen untuk terus mempertahankan tradisi Sedekah Bumi agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Bahkan, berdasarkan hasil rapat bersama, pihaknya telah merencanakan penyelenggaraan Sedekah Bumi 2027 dengan konsep yang lebih besar dan rangkaian kegiatan yang lebih meriah.
“Untuk tahun 2027, kami sudah berkomitmen agar pelaksanaannya lebih besar. Rencananya akan ada pertunjukan wayang kulit dan rangkaian kegiatan selama tiga hari,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Sedekah Bumi sebelumnya diawali dengan tradisi tumpengan dan kegiatan budaya Jawa di punden, kemudian dilanjutkan istighosah serta pengajian. Sementara pada puncak acara tahun ini, warga disuguhkan kirab seni budaya Nusantara pada pagi hingga sore hari, kemudian dilanjutkan pentas seni pada malam hari.
Sementara itu, Camat Benowo Yuri Widarko, S.H., yang hadir dalam kegiatan tersebut, bersama jajaran Kelurahan Kandangan dan para tokoh masyarakat, turut menyaksikan kemeriahan kirab budaya yang melibatkan partisipasi aktif warga.
Kehadiran unsur pemerintahan dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pelestarian tradisi lokal serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Ketua Panitia Budiarto juga menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah Bumi menjadi momentum penting bagi warga untuk menjaga kerukunan dan memperkuat rasa persaudaraan melalui kegiatan kebudayaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua RT 01 Bang Iwan. bersama warga turut berpartisipasi menampilkan hasil bumi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah dan potensi alam yang dimiliki lingkungan mereka.
Melalui Sedekah Bumi 2026 bertema The Legend of Nusantara, warga Klakahrejo Lor RW 09 berharap tradisi budaya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga terus diwariskan kepada generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Semangat gotong royong, persatuan, dan rasa syukur menjadi nilai utama yang ingin terus ditumbuhkan melalui tradisi Sedekah Bumi di tengah kehidupan masyarakat. (@dex)
