Ribuan Peserta Padati Gerak Jalan Mojosuro 2025, Tradisi Perjuangan Kembali Hidup dalam Rute Baru Menuju Tugu Pahlawan

MOJOKERTO Jurnalis Independen.co.id Kota Mojokerto kembali menjadi pusat perhatian ribuan pecinta gerak jalan jarak jauh pada Sabtu (15/11/2025). Event akbar Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya (Mojosuro) 2025 resmi diberangkatkan dari Lapangan Surodinawan, menandai dimulainya perjalanan panjang lebih dari 53 kilometer menuju jantung Kota Surabaya.

Sebanyak 6.734 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam event tahunan ini. Mereka datang dari beragam latar belakang: pelajar, komunitas olahraga, instansi pemerintah, hingga kelompok masyarakat umum yang setiap tahunnya menjadikan Mojosuro sebagai ajang kebanggaan sekaligus pembuktian ketahanan fisik.

Menghidupkan Kembali Semangat Kepahlawanan

Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, yang hadir untuk melepas para peserta, menegaskan bahwa Mojosuro memiliki nilai historis yang tak bisa dilepaskan dari perjalanan bangsa. Menurutnya, gerak jalan ini bukan hanya melatih ketahanan raga, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan.

“Event ini bukan hanya tentang olahraga, namun juga bentuk penghargaan kepada para pejuang bangsa. Kita ingin generasi sekarang tetap merasakan semangat perjuangan itu,” ujar Adhy dalam sambutannya.

Suasana di titik start tampak ramai sejak pagi. Ribuan peserta memadati area Lapangan Surodinawan dengan atribut masing-masing—mulai dari kostum unik, seragam komunitas, hingga perlengkapan malam untuk menempuh perjalanan panjang menuju Kota Pahlawan.

Perubahan Rute, Adaptasi demi Keamanan Peserta

Tahun ini, Mojosuro mengalami perubahan rute cukup signifikan. Panitia memilih untuk mengalihkan perjalanan dari jalur Jl. Trosobo karena sedang ada perbaikan jalan dan dikhawatirkan membahayakan peserta bila tetap dilalui.

Rute baru dipastikan lebih aman dan tetap menawarkan pengalaman perjalanan yang menantang. Dari Mojokerto, peserta bergerak melalui Jl. Surodinawan – Jl. Prajurit Kulon – Jl. Raya Kedungbocok – Jl. Brawijaya – Jl. Gajah Mada – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Jati Kulon – Jl. Jatijejeran – By Pass Krian Jampirogo – Milirip – Jl. Raya Milirip Krian – Jl. Raya Sidomulyo Krian – hingga Jl. Raya Krian.

Memasuki wilayah Kabupaten Sidoarjo, peserta diarahkan melalui Jl. Raya Imam Bonjol Simpang 4 Krian – Jl. Raya Kramat – Jl. Raya Legundi – Jl. Raya Bakalan – Jl. Raya Driyorejo – Jl. Raya Gadung – Jl. Raya Bambe – Jl. Raya Mastrip Kebraon – dan Jl. Raya Mastrip Kemlaten.

Perjalanan berlanjut memasuki Surabaya melalui Jl. Raya Karang Pilang Barat – Jl. Raya Mastrip – Jl. Airlangga – Jl. Gunung Sari – Jl. Joyoboyo – Jl. Darmo – Jl. Pasar Kembang – Jl. Arjuno – Jl. Blauran – Jl. Bubutan – Jl. Indrapura hingga akhirnya mencapai garis finis di Jl. Pahlawan, tepat di kawasan Tugu Pahlawan, ikon perjuangan Arek-Arek Suroboyo.

Antusiasme Tinggi, Peserta Harapkan Mojosuro Tetap Dilestarikan

Di sepanjang rute, masyarakat tampak antusias memberi dukungan secara langsung. Banyak warga menyiapkan minuman gratis, membuka pos istirahat swadaya, dan memberikan semangat kepada para peserta yang mulai kelelahan menjelang dini hari.

Salah satu peserta, Rizki (28), mengaku sudah mengikuti Mojosuro enam kali berturut-turut. Baginya, gerak jalan ini bukan hanya soal mencapai garis finis, tetapi juga tradisi yang harus dipertahankan.

“Mojosuro itu punya rasa. Capek iya, tapi setiap tahun selalu ingin ikut lagi. Semangatnya beda,” katanya.

Tradisi yang Terus Berkembang

Dengan rute baru, peserta memandang Mojosuro 2025 sebagai pengalaman yang menyegarkan. Meski beberapa jalur menantang karena kondisi jalan yang beragam, keseluruhan perjalanan tetap berlangsung aman dan tertib berkat pengawasan ketat dari petugas gabungan TNI, Polri, dan dinas terkait.

Event ini kembali membuktikan bahwa Mojosuro bukan sekadar kegiatan olahraga massal, melainkan tradisi besar yang mengakar kuat di Jawa Timur. Selain menguji ketahanan fisik, Mojosuro juga mengajak masyarakat untuk terus mengingat perjuangan para pahlawan.(Dody)

Exit mobile version