MALANG JurnalisIndependen.co.id Pemanfaatan media sosial tidak selalu identik dengan hiburan atau tren digital. Sejumlah alumni Bumi Sholawat Angkatan 9 yang tergabung dalam komunitas Fansnith Peduli membuktikan bahwa platform digital juga dapat menjadi sarana menggerakkan aksi sosial dan pendidikan bagi masyarakat.
Melalui program Fansnith Peduli Vol. 5, komunitas tersebut menggelar kegiatan bakti sosial, edukasi, dan penghijauan di SDN 3 Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, serta puluhan relawan yang berasal dari berbagai daerah.
Program Fansnith Peduli merupakan kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkala di wilayah Malang, Surabaya, dan Sidoarjo. Pendanaan kegiatan diperoleh dari donasi masyarakat yang dihimpun melalui kampanye digital di sejumlah platform media sosial.
Sejak pagi, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur pendidikan, permainan, dan pembentukan karakter. Acara diawali dengan pembukaan resmi yang dihadiri pihak sekolah dan panitia pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan serta permainan interaktif untuk membangun kedekatan antara peserta dan relawan.
Dalam kegiatan utama, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan kolaboratif bertema “Misi Penyelamatan Dinosaurus”. Melalui sejumlah tantangan yang disiapkan panitia, peserta diajak melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah secara berkelompok.
Selain aktivitas luar ruang, siswa juga mengikuti tiga kelas edukasi yang dirancang sesuai usia mereka. Materi yang diberikan mencakup eksperimen sains sederhana, pengetahuan umum yang dikemas melalui permainan edukatif, hingga pengenalan mitigasi bencana banjir dan pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian peserta adalah kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Aksi tersebut dilakukan setelah siswa memperoleh materi tentang penghijauan dan pelestarian lingkungan. Setiap kelompok menanam bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Panitia juga menyerahkan bantuan sosial kepada pihak sekolah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Selain itu, sejumlah penghargaan diberikan kepada kelompok siswa yang menunjukkan partisipasi aktif selama program berlangsung.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak melalui pendekatan yang lebih interaktif.
Sementara itu, pihak sekolah mengapresiasi keterlibatan para relawan dalam memberikan pengalaman belajar di luar kegiatan akademik sehari-hari. Menurut pihak sekolah, materi yang disampaikan memiliki relevansi dengan upaya pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan bagi peserta didik.
Kegiatan ditutup dengan kerja bakti membersihkan area sekolah dan sesi dokumentasi bersama. Melalui program ini, para relawan berharap kolaborasi antara komunitas sosial, masyarakat, dan lembaga pendidikan dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar(Dody)
