Example 728x250

Cangkruk dan Ngopi, Cara Alumni SMPN 22 Surabaya Menjaga Silaturahmi

SURABAYA JurnalisIndependen.co.id Kesibukan dan rutinitas sehari-hari tidak menghalangi sejumlah alumni SMPN 22 Surabaya untuk tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi.

Hal itu terlihat saat Yudi, Imelda, dan dua rekan alumni lainnya berkumpul dalam suasana santai di Warkop STS, kawasan Gayungsari Timur, Surabaya, Selasa malam (22/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung sederhana. Tidak ada agenda khusus maupun kegiatan formal. Mereka hanya menikmati kopi sembari bertukar cerita mengenai kehidupan sehari-hari.

Obrolan berkembang dari kabar teman-teman lama, pekerjaan, keluarga, hingga nostalgia masa sekolah. Sesekali, suasana menjadi lebih cair dengan candaan dan cerita ringan yang mengundang tawa.

Bagi mereka, cangkruk bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Pertemuan semacam ini menjadi salah satu cara untuk mempertahankan hubungan pertemanan yang telah terjalin sejak duduk di bangku SMP.

Di tengah kesibukan masing-masing, kesempatan bertemu secara langsung dinilai memiliki arti tersendiri. Selain mempererat komunikasi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk saling bertukar kabar dan memberikan perhatian kepada sesama teman.

Warung kopi pun menjadi tempat yang cukup akrab bagi masyarakat untuk bersosialisasi. Dalam suasana informal, berbagai cerita dapat dibagikan tanpa harus melalui pertemuan yang bersifat resmi.

Setelah obrolan berakhir, kebersamaan mereka ditutup dengan foto bersama. Musriana yang juga alumni SMPN 22 menjadi fotografer dadakan yang mengabadikan momen tersebut.

Meski hasil jepretan Musriana tidak menggunakan perangkat maupun teknik fotografi profesional, foto tersebut tetap menjadi dokumentasi sederhana dari kebersamaan para alumni.

Bahkan, muncul candaan bahwa Musriana lupa menggunakan efek 360 yang mungkin bisa membuat wajah para alumni terlihat lebih cantik dan cakep seperti pemeran drama Korea.

Candaan tersebut justru menambah suasana akrab di antara mereka. Sebab, yang terpenting bukan kesempurnaan hasil foto, melainkan momen kebersamaan yang berhasil diabadikan.

Pertemuan sederhana itu menjadi pengingat bahwa persahabatan dapat terus dirawat meski waktu dan kesibukan telah membawa setiap orang menjalani kehidupan masing-masing.

Bagi para alumni SMPN 22 Surabaya, secangkir kopi dan obrolan santai ternyata cukup menjadi alasan untuk kembali bertemu, tertawa, serta menjaga tali silaturahmi.

Kopi boleh habis, pertemuan boleh berakhir, tetapi persahabatan diharapkan tetap terjaga.(Din)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *