Example 728x250
Berita  

Menjelang Lebaran: Antara Euforia Belanja dan Sunyi Mereka yang Tak Mampu

Pasuruan – Jurnalisindependen.co.id | Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana pusat perbelanjaan, toko pakaian, dan swalayan di berbagai daerah di Indonesia mulai dipadati masyarakat. Tradisi tahunan ini seakan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Warga berbondong-bondong membeli baju baru, kue kering, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga untuk menyambut hari kemenangan, Selasa (10/3/2026).

Di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern, antrean panjang terlihat hampir setiap hari. Rak-rak berisi pakaian muslim, parsel Lebaran, dan aneka kue kering diserbu pembeli. Pedagang mengaku penjualan meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

Bagi sebagian masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi cukup, momentum Lebaran menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga. Membeli baju baru untuk anak-anak, menyiapkan hidangan khas, hingga mempercantik rumah menjadi agenda penting menjelang hari raya.

Namun di balik kemeriahan itu, ada realitas lain yang kerap luput dari perhatian. Tidak semua masyarakat memiliki kemampuan finansial untuk merayakan Lebaran dengan cara yang sama.

Di sudut-sudut perkampungan, masih banyak keluarga yang hanya bisa menyaksikan hiruk-pikuk persiapan Lebaran tanpa mampu ikut serta.

Sebagian dari mereka memilih bertahan dengan kondisi seadanya. Tidak ada baju baru, tidak ada kue Lebaran yang berjejer di meja tamu. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari pun masih menjadi perjuangan.

Kondisi ini menjadi potret kesenjangan sosial yang masih nyata di tengah masyarakat. Ketika sebagian orang menikmati kemewahan persiapan Lebaran, sebagian lainnya hanya bisa berharap pada bantuan sosial, zakat, maupun kepedulian dari para dermawan.

Momentum Lebaran sejatinya bukan sekadar perayaan dengan pakaian baru atau hidangan melimpah. Nilai utama dari hari raya adalah kebersamaan, kepedulian, serta berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Karena itu, menjelang Lebaran ini diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi. Baik melalui zakat, sedekah, maupun bantuan sosial agar kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Penulis:(Ga)
Tim/Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *