MALANG JurnalisIndependen.co.id Sebanyak 426 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun Anggaran 2026 resmi mengakhiri masa pendidikan setelah mengikuti seluruh tahapan pelatihan yang diselenggarakan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 4 Purboyo, Kabupaten Malang.
Penutupan pendidikan dipimpin langsung oleh Komandan Komando Latihan Marinir (Dankolatmar), Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra, melalui sebuah upacara militer yang berlangsung di Lapangan Apel Ksatrian Winanto, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, pada Jumat pagi (31/7/2026). Suasana berlangsung tertib dan penuh semangat sebagai penanda berakhirnya proses pembinaan para peserta.
Prosesi penutupan diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan laporan hasil pelaksanaan pendidikan, pernyataan resmi berakhirnya Diklat, pelepasan atribut latihan, hingga penyematan Pin Bela Negara kepada perwakilan peserta sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan program pembinaan.
Dalam amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dibacakan Dankolatmar, ditegaskan bahwa lulusan SPPI diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki karakter kuat, berintegritas, profesional, serta mampu menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan pembangunan di daerah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.
Keberhasilan pelaksanaan Diklat tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Para tenaga pendidik, instruktur, pembina, pengawas, hingga panitia penyelenggara mendapat apresiasi atas dedikasi dan tanggung jawabnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai target yang telah ditentukan.
Selama mengikuti pendidikan, peserta menerima berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan sebagai penggerak pembangunan. Pembelajaran tersebut meliputi kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, hingga pengelolaan koperasi desa dan kampung nelayan sebagai bekal ketika menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Upacara penutupan turut dihadiri Wakil Komandan Kolatmar, para Pejabat Utama Kolatmar, Komandan Satuan Pendidikan IV Purboyo Letkol Mar Deny Aprianto Putro, M.Tr.Opsla., jajaran perwira Puslatpurmar 4 Purboyo, Wakil Bupati Malang, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan dari wilayah Pagak dan Bantur.
Dalam keterangannya kepada awak media, Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 426 peserta program KNMP dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lulus tanpa terkecuali setelah memenuhi seluruh persyaratan pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi awal dari pengabdian kepada bangsa. Nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan yang telah diperoleh selama mengikuti Diklat diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah masing-masing.
Ia juga menekankan bahwa program SPPI KNMP merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi dinamika pembangunan nasional. Oleh karena itu, setiap lulusan diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, bekerja secara profesional, serta mengedepankan semangat pengabdian yang tulus kepada masyarakat.
Menutup penyampaiannya, Dankolatmar menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan mempercayakan Puslatpurmar 4 Purboyo sebagai pusat pelaksanaan Diklat SPPI KNMP untuk mencetak tenaga penggerak pembangunan yang nantinya akan ditugaskan di berbagai wilayah Indonesia sesuai kebutuhan program pemerintah.(Din)
