Yogyakarta |JurnalisIndependen.co.id – Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta, M. Syukri Fadholi, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk tetap menyampaikan kritik kepada pemerintah secara santun, konstitusional, serta mengedepankan prinsip hukum dan tanpa kekerasan.
Dalam pernyataannya, Syukri menegaskan bahwa dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus berkembang merupakan bagian dari proses demokrasi. Menurutnya, berbagai aspirasi maupun kritik yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa adalah bentuk partisipasi publik yang sah serta memiliki nilai konstruktif dalam mendorong kemajuan bangsa.
”Keberanian mahasiswa dan masyarakat dalam menyampaikan kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Hal tersebut adalah bentuk kepedulian dan kontribusi pemikiran agar Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan lebih baik,” ujarnya.
Namun demikian, Syukri mengingatkan agar setiap penyampaian aspirasi dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Ia menilai penyampaian pendapat yang berlangsung tertib dan damai akan menjaga keamanan serta memberikan dampak positif bagi kehidupan demokrasi.
Menurutnya, aksi yang mengedepankan dialog dan tanpa kekerasan juga penting untuk menjaga stabilitas daerah, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai Kota Budaya dan Kota Pendidikan.
”Segala bentuk sikap kritis hendaknya tetap dilaksanakan secara damai, tertib, serta tidak disertai tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan maupun merusak citra Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Syukri mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar kritik yang disampaikan kepada pemerintah dapat menjadi masukan yang membangun demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
”Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada seluruh pemimpin dan masyarakat Indonesia, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan membawa kebaikan bagi bangsa. Semoga Yogyakarta tetap aman, damai, tertib, dan kondusif. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” pungkasnya.
(Red/Arf)



