Rapat Koordinasi Warga Ngelom Bersatu Terkait Aksi Demo Copot Lurah Ngelom

Sidoarjo JurnalisIndependen.co.id
           Solidaritas warga Ngelom terbentuk forum komunitas lembaga masyarakat kelurahan Ngelom (FKLMKN) juga pemuda Ngelom dan ibu-ibu PKK, melakukan Rapat koordinasi akan diadakan aksi demo besar dari sebelumnya, warga Ngelom bersatu tuntut mutasi lurah Ngelom yang dianggap tidak becus memimpin desa Ngelom, rapat dilakukan dipendopo Kelurahan Ngelom Kecamatan Taman (01/10/2025), buntut aksi sebelumnya sudah dilakukan dikantor Kecamatan Taman.
               Aspirasi dan solidaritas warga Ngelom bersatu ketua korlap Roni ramadhoni sangat kecewa terkait pelayanan publik dan kurang kooperatif dan keterbukaan publik seorang lurah pada warganya, Warga sudah geram dengan kepemimpinan lurah Ngelom Ipung Suwandi juga sebagai ASN kabupaten Sidoarjo yang sudah menjabat empat tahun di kelurahan Ngelom, kurang transparansi dan kurang peduli yang dianggap selalu mengesampingkan kepentingan warga hingga informasi dan pelayanan publik seolah semua kebijakan yang dibuatnya hanya untuk kepentingan pribadi tanpa harus melibatkan warganya sedangkan kepentingan warga diabaikan.
            Dalam hal ini “sempat perwakilan warga diajak dan di kumpulkan di kantor lurah untuk akan adanya suatu pembangunan desa, namun ketika sudah terealisasi pembangunan warga sama sekali tidak dilibatkan dan kurang keterbukaan akan dana pembangunan juga pelaksanaannya”ucap Roni sapa akrabnya.
             kegeraman warga memuncak atas janji-janji lurah yang sebelumnya sudah melakukan mediasi untuk memperbaiki namun sampai tiga bulan semua hanya janji, “harus ada penggantian atau mutasi lurah Ngelom sudah dianggap tidak becus memimpin desa Ngelom warga hanya dibuat tameng dan asas manfaat seorang lurah” tegasnya Nanang Kosim ketua RT 05 desa Ngelom dalam rapat koordinasi.
              “Hasil rapat malam hari ini semua disepakati bersama tekat warga Ngelom bersatu tuntut dan mutasi lurah Ngelom dengan melakukan aksi demo secara besar-besaran” pungkas roni.(Doy)

Exit mobile version