Noda Hitam Dana Koperasi KGL; Muncul Dugaan Dana Miliaran Raib Diduga Disalahgunakan Oknum Pengurus Koperasi

PASURUAN, Jurnalisindependen.co.id – Uang tabungan senilai Rp 1,3Milyar milik para anggota koperasi KGL (Koperasi Guru Lekok) sekecamatan Lekok, kabupaten Pasuruan, diduga disalahgunakan oleh oknum pengurus. Koperasi yang telah lahir di tengah-tengahnya guru ini, sudah bergulir sejak tahun 1982 diduga dana tabungan para anggota koperasi KGL terancam raib. Hal ini, terindikasi tidak ada upaya untuk menyelesaikan haknya para anggota koperasi, khususnya para anggota koperasi yang memasuki masa pensiun. Sehingga para anggota koperasi ingin menarik dananya yang ada di oknum pengurus koperasi terkatung-katung.

Beredarnya rumor dilapangan, dari sumber yang enggan disebut jati dirinya menjelaskan, aliran dana yang mengalir dari para guru ke koperasi KGL diduga telah mencapai Rp 3Milyar lebih. Dana inilah yang kemudian dikelola pengurus koperasi dan disalurkan kembali kepada anggota koperasi dalam bentuk pinjaman atau digunakan untuk kegiatan usaha koperasi KGL,”tutur salah satu oknum peminjam yang tidak mau disebut jati dirinya. Rabu, (3/7/25).

Ia juga menuturkan, dalam kepengurusan koperasi KGL ini. Diduga ada beberapa oknum pengurus koperasi yang tercium indikasi dugaan Penyalahgunaan anggaran,

“Dilingkupan koperasi KGL, itu ada yang namanya Aset, itu kalau ngak salah dana yang di Aset kurang lebih sekitar Rp 1Miliar. Tajib (tabungan wajib) anggota guru yang bisa di ambil kalau meninggal/pensiun/bukan lagi anggota itu setau saya dana tersimpan sekitar Rp 1miliar lebih. Tahara (tabungan taunan guru) setiap bulan dengan nominal bervariasi yang diambil satu tahun sekali. Kemana aliran dana itu, tentunya harus jelas peruntukannya,” ujarnya.

Ia menyimpulkan, dengan menganalisa adanya kejanggalan dari pengurus koperasi yang diduga tak lagi ada penataan bentuk pertanggungjawaban, patut menduga adanya penumpang gelap didalam pengurus koperasi KGL ini. Sehingga terkesan ada dugaan kesengaja dilakukan oleh beberapa oknum pengurus koperasi guna untuk kepentingan memperkaya diri sendiri.

“Ada dugaan oknum dengan inisial (SM) tersebut yang diduga salah satu dari otak sekaligus memiliki peran penting dalam terjadinya ketidakberesan dan Amburadulnya koperasi KGL saat ini,”terangnya

Sebelumnya, suwono, selaku bendahara koperasi KGL saat ditemui awak media dirumahnya. Sabtu, (28/6/2025) untuk menanyakan perihal Beredar rumor dana para anggota koperasi KGL yang diduga raib tak ada kejelasan. Bahkan diduga tabungan para anggota tak bisa lagi dicairkan mengatakan,

“Dana dari para anggota koperasi itu totalnya Rp 1,3Milyar, tapi ya itu ada 20 pengawas yang pinjam uang itu,”kata Suwono

Dalam keterangannya, Suwono membeberkan bahwa pihaknya juga akan mengumpulkan para anggota koperasi dan pengurus koperasi. Namun, kapan waktunya masih dijadwalkan, ia juga menuturkan jika koperasi KGL saat ini mengalami kerugian

“Koperasi KGL saat ini mengalami kerugian sekitar Rp 100.000.000,”tuturnya.

Sementara ini, hingga berita ini ditayangkan kepala koperasi KGL Sudirman belum bisa memberikan keterangan, dan prihatin terhadap sikap kepala koperasi KGL yang bernama Sudirman tersebut yang dinilai alergi terhadap wartawan saat dihubungi lewat via WhatsApp untuk duduk bersama guna mengkonfirmasi terkait dengan permasalahan tersebut, tapi sayangnya enggan untuk menemui. (Nur/Ga)

 

 

#Bersambung…..

Exit mobile version