
Surabaya,Jurnalis Independen.co.id
Suasana duka menyelimuti lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Provinsi Jawa Timur. Bapak Moch Yunus AR, ayah dari Kepala Bidang Budidaya Diskanla Jatim, Bapak Dwi Yunaedi, meninggal dunia, meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan sejawat.
Di tengah kabar duka tersebut, LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Wilayah Jawa Timur ikut menyampaikan empatinya. Melalui Ketua Koordinator Wilayah, Heru Satriyo, S.Ip, MAKI Jatim menyampaikan belasungkawa secara resmi kepada pihak keluarga almarhum.
“Kami dari keluarga besar LSM MAKI Jatim turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Moch Yunus AR. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Heru Satriyo dalam pernyataannya di Surabaya.
Ucapan ini tidak hanya sebagai bentuk simpati semata, tetapi juga menunjukkan bahwa solidaritas antarlembaga dan antarindividu masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat, bahkan dalam situasi yang penuh keprihatinan.
Kehilangan Sosok Teladan
Almarhum Moch Yunus AR dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan penuh keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut tampaknya diwariskan dengan baik kepada anak-anaknya, termasuk Dwi Yunaedi yang kini memegang peranan penting dalam pengembangan sektor budidaya perikanan di Jawa Timur.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Dwi Yunaedi dikenal sebagai sosok yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Maka tak heran, kepergian sang ayah menjadi duka bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan kerja dan mitra kerjanya di berbagai sektor.
Berbagai tokoh pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga teman sejawat menyampaikan doa dan ucapan belasungkawa. Banyak yang memberikan penghormatan terakhir secara langsung maupun melalui pesan-pesan pribadi dan media sosial.
Nilai Kemanusiaan Tetap Diutamakan
Heru Satriyo menegaskan bahwa dalam perjuangan sosial, terutama dalam upaya pemberantasan korupsi dan pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih, nilai-nilai kemanusiaan tetap harus diutamakan.
“Perjuangan melawan korupsi memang penting, tapi kita juga harus terus menjaga sisi kemanusiaan kita. Ketika ada rekan atau mitra yang mengalami kedukaan, kita wajib hadir untuk memberikan dukungan moral dan spiritual,” jelasnya.
Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja-kerja sosial dan pengawasan terhadap pemerintahan bukan hanya soal sistem dan hukum, tetapi juga tentang hubungan antar manusia yang saling mendukung, terutama di saat-saat sulit.
Solidaritas Lintas Sektor yang Menguatkan
Duka atas kepergian Moch Yunus AR menjadi momen refleksi bersama bahwa hubungan antara masyarakat sipil, organisasi sosial, dan pemerintahan tidak hanya terjalin saat menjalankan tugas, tetapi juga diwarnai dengan kepedulian kemanusiaan.
Kehadiran LSM MAKI Jatim sebagai pihak yang turut berempati menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga masyarakat dan institusi pemerintahan dapat berjalan secara harmonis, tanpa mengesampingkan sisi emosional dan kemanusiaan.
Doa dan harapan pun terus mengalir agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
Penutup: Doa dan Harapan
Wafatnya orang tua merupakan duka mendalam yang dirasakan oleh siapa pun, apalagi bagi mereka yang selama ini aktif mengabdi di bidang pelayanan publik. Namun kehadiran dan kepedulian dari rekan kerja, mitra, serta masyarakat luas menjadi penguat moral dan spiritual yang sangat berarti.
Semoga kepergian Bapak Moch Yunus AR menjadi jalan menuju kebahagiaan abadi di sisi Tuhan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keteguhan hati, kekuatan iman, dan terus berada dalam lindungan-Nya.(Doy)