Surabaya JurnalisIndependen.co.id Ribuan driver transportasi online yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Transportasi Online Jawa Timur (GERANAT’S Jatim) turun ke jalan dan menggelar aksi besar-besaran di depan DPRD Jawa Timur, Rabu (20/5/2026). Aksi yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional itu menjadi bentuk protes terhadap kebijakan aplikator yang dinilai semakin membebani para pengemudi online.
Sejak pagi, massa yang terdiri dari pengemudi roda dua, roda empat, hingga jasa angkut barang memadati kawasan Bundaran Waru dan frontage Ahmad Yani Surabaya. Dengan membawa atribut aksi dan kendaraan operasional, mereka bergerak konvoi menuju Gedung DPRD Jatim melewati sejumlah jalur utama Kota Surabaya.
Sepanjang perjalanan, iring-iringan massa melintas di depan kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, hingga Kepolisian Daerah Jawa Timur sebelum akhirnya tiba di kawasan Jalan Indrapura. Aksi mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi kemacetan dan gangguan keamanan.
Dalam orasinya, massa menyoroti rendahnya pendapatan driver akibat sistem aplikasi dan kebijakan tarif yang dinilai tidak berpihak kepada pengemudi. Mereka menuntut kenaikan tarif penumpang roda dua, regulasi jelas untuk layanan pengantaran makanan dan barang, serta penetapan tarif bersih bagi pengemudi roda empat.
Tak hanya itu, para driver juga mendesak penghentian dugaan eksploitasi di zona merah, evaluasi sistem aplikasi berbayar, hingga keterlibatan komunitas driver dalam penyusunan regulasi transportasi online di Jawa Timur. Massa juga meminta biaya parkir resmi di sejumlah lokasi ditanggung aplikator maupun konsumen, bukan dibebankan kepada driver.
Koordinator aksi Tito Achmad dan Puji Waluyo menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan peringatan kepada pemerintah dan perusahaan aplikator agar tidak terus mengabaikan nasib para pengemudi transportasi online yang selama ini menjadi tulang punggung layanan digital transportasi.(Din)

