
Pasuruan Jurnalis Independen co id– Untuk memastikan pembangunan jembatan Karangjati Anyar – Singkir, Kecamatan Wonorejo, berjalan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis, Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) turun langsung ke lokasi pembangunan jembatan yang pembiayaannya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Rabu, (22/10).
Dipimpin langsung oleh Kasi Datun Kejari Pasuruan Purning Dahono Putro. Pemantauan dilakukan sebagai langkah pengawasan agar proyek strategi daerah ini dilaksanakan sesuai rencana dan selesai tepat waktu.
“Kami ingin memastikan pelaksanaannya sesuai kesepakatan dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Diketahui bahwa jembatan penghubung antar desa tersebut ambruk pada Mei 2025 lalu. Keberadaannya menjadi tumpuan utama warga Karangjati dan sekitarnya untuk beraktivitas.
Tak lama lagi, harapan masyarakat untuk memiliki jembatan yang layak akan segera bisa dimanfaatkan. Jembatan senilai Ro.2,6 miliar dikerjakan SBC Marta Group dengan metode lelang.
Hata, pelaksana lapangan dari SBC Marta Grup mengatakan, pemecahannya harus berpacu dengan waktu dan kondisi cuaca. Mengingat saat ini sudah mulai musim penghujan.
Meski begitu, kata Hata, kemajuan capaian mencapai 33,182 persen. Meski pada kemajuan rencana 15,206 persen pada minggu ke-6 ini. Pantauan dilapangan 25 pekerja tampak sedang menyelesaikan abutment atau struktur beton di kedua sisi jembatan.
“Relatif tidak ada kendala, hanya saat hujan turun, para pekerjaan otomatis terhenti. Karena itu kami atur ulang jam kerja agar bisa lebih panjang di waktu cerah,” jelas Hata.
Dirinya menyebut ada strategi percepatan yang dilakukan dengan memulai pekerjaan lebih awal dari biasanya agar target penyelesaian bisa tercapai sebelum puncak musim hujan dengan konsultan dan tim teknis dari dinas terkait.
Supandri, warga sekitar mengaku bersyukur rehabilitasi jembatan ini akhirnya terlaksana.
Ia berharap proses segera rampung agar warga tidak lagi bergantung pada jembatan darurat dari bambu yang licin dan harus melewati dasar sungai.
“Sekarang masyarakat masih menggunakan jembatan sementara. Kalau sudah selesai, aksesnya akan jauh lebih mudah,” katanya.
Proyek rehabilitasi Jembatan Karangjati menjadi salah satu komitmen Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo untuk memperbaiki infrastruktur desa yang rusak parah.
Dan akhirnya pembangunan jembatan tersebut direalisasikan tahun ini.(Ysf)

