Example 728x250

Nama Mochamad Cholis Tercantum di Tiket Virgo Transport 8, Keluarga Menanti Kepastian

SURABAYA JurnalisIndependen.co.id  Keluarga Mochamad Cholis (52), warga Keputih Timur Pompa Air 26, Surabaya, kembali mendatangi Posko Polres Tanjung Perak di kawasan Pelindo, Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Kedatangan keluarga tersebut untuk memperoleh informasi terbaru mengenai proses pencarian dan identifikasi setelah Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan mengalami musibah di perairan Laut Jawa.

Istri Cholis, Yuni Wahyuningsih (46), datang bersama putra pertamanya, Muchammad Harris (25). Mereka berharap mendapat informasi dari petugas mengenai perkembangan penanganan penumpang kapal tersebut.

Yuni sebelumnya juga mendatangi posko pada Senin (14/9/2026), kali ini bersama putra keduanya, Randy (21).

Keluarga membawa dokumen perjalanan yang menurut mereka mencantumkan nama Mochamad Cholis sebagai salah satu penumpang Virgo Transport 8.

Di sisi lain, keluarga juga menerima foto manifes kendaraan yang mencantumkan nama “M. CHOIRIS” pada nomor 30. Perbedaan penulisan nama tersebut kemudian disampaikan kepada petugas untuk mendapatkan penjelasan dan pencocokan data.

Yuni mengatakan pihak keluarga masih menunggu kepastian dari otoritas terkait mengenai status Cholis. Keluarga, kata dia, menyerahkan proses verifikasi identitas kepada petugas yang menangani kejadian tersebut.

Selain mencari informasi, keluarga juga mengikuti proses pendataan ante mortem yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur.

Menurut Yuni, salah satu anaknya menjalani pengambilan sampel swab dalam rangka proses pendataan keluarga.

“Saya tadi ke posko di Pelindo untuk mengecek kembali ada tidaknya kabar mengenai suami saya. Di posko ante mortem tadi anak saya di-swab agar nantinya bisa diperlukan,” ujar Yuni.

Dalam proses DVI, data dari keluarga dapat menjadi bagian dari informasi pembanding untuk membantu proses identifikasi. Namun, penentuan identitas seseorang tetap menjadi kewenangan tim yang berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan data.

Hingga Selasa (15/9/2026), keluarga mengaku belum memperoleh informasi final mengenai keberadaan Cholis.

Yuni berharap proses pencarian, pendataan, dan identifikasi yang dilakukan petugas dapat memberikan kejelasan kepada keluarga mengenai kondisi Cholis maupun penumpang lainnya.

Keluarga juga menyatakan akan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum proses pencarian serta identifikasi selesai dilakukan.(Din)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *