
Surabaya. Jurnalis Independen.co.id Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Senin (28/10), Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur secara resmi meluncurkan gerakan #GugatPertamina. Aksi ini merupakan bentuk respon atas banyaknya pengaduan masyarakat pengguna kendaraan bermotor terkait dugaan kualitas BBM Pertamina yang menurun.
Ketua MAKI Jatim, Heru MAKI, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir pihaknya telah menerima lebih dari 127 laporan dari masyarakat. Sebagian besar pengaduan datang dari pengguna sepeda motor dan mobil pribadi yang mengalami mesin mati mendadak atau mbrebet setelah mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina, terutama untuk BBM jenis Pertalite.
“Data kami menunjukkan sudah ada lebih dari 127 laporan yang masuk, dan kami yakin jumlahnya akan terus bertambah. Banyak pengadu berasal dari pengemudi ojek online. Ini situasi yang sangat memprihatinkan dan bisa dikategorikan sebagai masalah nasional. Pemerintah harus hadir dan mengevaluasi kualitas BBM Pertamina,” tegas Heru dalam keterangannya, Senin (28/10/2025).
Heru menambahkan, BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari kendaraan bermotor. Karena itu, ia menilai PT Pertamina harus bertanggung jawab penuh dalam memastikan kualitas bahan bakar yang aman dan layak digunakan.
Sebagai tindak lanjut, MAKI Jatim meluncurkan petisi online bertajuk #GugatPertamina yang akan menjadi dasar untuk langkah hukum terhadap PT Pertamina. Petisi ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang merasa dirugikan untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan hukum.
“Petisi #GugatPertamina bukan sekadar simbol. Ini akan menjadi bagian dari upaya hukum yang akan kami tempuh atas nama masyarakat korban BBM Pertamina,” ujarnya.
Selain meluncurkan petisi, MAKI Jatim juga berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kantor perwakilan Pertamina, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, dalam waktu dekat. Aksi tersebut akan melibatkan masyarakat pengguna motor dan mobil yang menjadi korban dari dugaan buruknya kualitas BBM.
“Catat itu! MAKI Jatim akan turun aksi bersama masyarakat. Kami akan menyegel kantor Pertamina sebagai bentuk protes keras jika tidak ada tanggapan serius,” tegas Heru.
MAKI Jatim berharap gerakan ini dapat membuka mata pemerintah dan Pertamina agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan kualitas BBM, terutama jenis Pertalite yang menjadi bahan bakar utama bagi masyarakat menengah ke bawah.(Dody)

