Example 728x250

Hari Ibu, Ungkapan Cinta Dedi Setiawan untuk Siti Hasanah: Doa dan Kasih Sayang yang Tak Pernah Putus

SURABAYA JurnalisIndependen.co.id Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember selalu menjadi pengingat akan besarnya peran seorang ibu dalam kehidupan keluarga. Di balik kesederhanaan perayaan, tersimpan kisah cinta, pengorbanan, dan doa yang tak pernah berhenti mengalir. Hal inilah yang dirasakan oleh Dedi Setiawan (47), seorang anak yang menaruh rasa hormat dan cinta mendalam kepada ibunya, Siti Hasanah.

Di momen penuh makna ini, Dedi tak melewatkan kesempatan untuk menyampaikan ucapan Selamat Hari Ibu kepada sosok yang telah melahirkannya, merawatnya sejak kecil, serta membimbingnya hingga tumbuh dewasa. Baginya, ibunya bukan sekadar orang tua, melainkan fondasi utama dalam hidup, tempat pulang di kala lelah, dan sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Siti Hasanah, yang kini telah menginjak usia 69 tahun, dikenal dalam keluarga sebagai sosok ibu yang kuat, penuh kesabaran, dan selalu mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia telah melalui berbagai fase kehidupan dengan keteguhan hati, sering kali mengesampingkan kepentingan pribadi demi memastikan keluarga tetap dalam keadaan baik.

Kasih sayang seorang ibu, menurut Dedi, tidak selalu terucap melalui kata-kata. Banyak di antaranya hadir dalam bentuk pengorbanan yang dilakukan dalam diam, lelah yang disimpan sendiri, serta doa-doa yang dipanjatkan tanpa pamrih. Semua itu menjadi bekal berharga yang terus ia rasakan manfaatnya hingga hari ini.

Kehadiran Siti Hasanah bagi keluarga merupakan anugerah yang tak ternilai. Dengan keteladanan dan keikhlasan, ia telah menanamkan nilai-nilai kehidupan tentang kesederhanaan, ketulusan, dan pentingnya cinta dalam menjaga keutuhan keluarga. Sosoknya menjadi panutan yang tak tergantikan, khususnya bagi Dedi Setiawan sebagai putra tercinta.

Di peringatan Hari Ibu ini, ungkapan terima kasih dan doa pun dipanjatkan. Dedi berharap sang ibu senantiasa diberikan kesehatan, ketenangan batin, dan kebahagiaan di usia senjanya. Ia juga berharap agar ibunya selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dikelilingi cinta dan perhatian dari keluarga.

Hari Ibu menjadi momentum refleksi bahwa sebesar apa pun pencapaian seorang anak, semua berawal dari doa dan perjuangan seorang ibu. Bagi Dedi Setiawan, cinta kepada Siti Hasanah bukan hanya dirayakan satu hari dalam setahun, melainkan dihidupi setiap hari, sepanjang hidup.

(Dody)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *