Example 728x250

Pembinaan Kemandirian Jadi Bekal Produktif untuk Menyambut Kehidupan Setelah Bebas

Sidoarjo JurnalisIndependenden.co.id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus mendorong pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan keterampilan yang memiliki nilai manfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan cuci kendaraan yang menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan produktif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan dasar dalam mencuci dan merawat kendaraan secara tepat. Tidak hanya berorientasi pada aktivitas kerja, pembinaan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, ketelitian, serta etos kerja yang dibutuhkan dalam dunia usaha maupun pekerjaan.

Melalui pembinaan kemandirian, warga binaan mendapatkan pengalaman praktik secara langsung sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada teori. Proses pembelajaran dilakukan dengan membiasakan warga binaan mengikuti tahapan pekerjaan, mulai dari mempersiapkan perlengkapan, membersihkan bagian kendaraan, memperhatikan detail kebersihan, hingga memastikan kendaraan kembali dalam kondisi bersih.

Keterampilan cuci kendaraan dipilih karena memiliki peluang untuk dikembangkan secara mandiri setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya. Dengan kemampuan yang dimiliki, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai salah satu alternatif untuk memperoleh penghasilan, baik dengan bekerja di tempat pencucian kendaraan maupun mengembangkan usaha secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

“Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin memberikan bekal yang benar-benar dapat dimanfaatkan setelah warga binaan bebas. Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari dapat menjadi modal untuk bekerja, membuka peluang usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujarnya.

Pelaksanaan pembinaan kemandirian juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Sidoarjo dalam menciptakan proses pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Keterampilan yang diberikan diharapkan mampu membangun kepercayaan diri sekaligus mendorong perubahan pola pikir, bahwa masa pembinaan dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari hal baru dan mempersiapkan masa depan.

Dengan adanya pembinaan keterampilan cuci kendaraan, Lapas Sidoarjo berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan dengan baik, tetapi juga keluar dengan membawa kemampuan yang dapat dikembangkan. Bekal tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi warga binaan untuk kembali berdaya, mandiri, dan produktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(Din)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *