Example 728x250
Berita  

Kabar Saudara kita dari Rekan Seprofesi, GJALi Dirawat di Rumah Sakit Gresik, Mohon Doa dan Dukungan Insan Pers

Pasuruan, Jurnalisindependen.co.id – Di balik aktivitas para jurnalis yang setiap hari menyajikan informasi kepada masyarakat, tersimpan kisah tentang persahabatan, persaudaraan, dan kepedulian yang tidak selalu terlihat di hadapan publik.

Kali ini, kabar datang dari salah satu rekan seprofesi, GJALi, yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Gresik karena sakit tipes, Kamis (27/8/2026).

Dalam kondisi sedang menjalani perawatan, GJALi menyampaikan permohonan doa kepada seluruh rekan wartawan dan insan media di mana pun berada. Ia berharap doa dari sahabat-sahabat seprofesi menjadi penguat bagi dirinya dalam menghadapi ujian kesehatan yang sedang dijalani.

Dengan penuh kerendahan hati, GJALi memohon agar Allah SWT mengangkat penyakit yang dideritanya, memberikan kesembuhan, serta mengembalikan kondisi kesehatannya seperti sediakala.

«“Teman-teman seprofesi, saya mohon doanya dari teman-teman media di mana pun Anda berada. Semoga penyakit saya diangkat oleh Allah SWT, diberikan kesembuhan dan kesehatan kembali seperti sediakala. Semoga saya bisa beraktivitas seperti biasa dan bisa berkumpul kembali bersama teman-teman seprofesi,” ungkap GJALi.»

Bagi seorang wartawan, menjalankan tugas bukan sekadar mengejar berita. Di dalamnya terdapat perjuangan, waktu, tenaga, dan tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Tidak jarang seorang jurnalis harus meninggalkan kenyamanan, bekerja di tengah cuaca yang tidak menentu, berpacu dengan waktu, hingga berada di lapangan demi mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

Namun, di balik profesi tersebut, seorang wartawan tetaplah manusia biasa yang suatu ketika dapat berada dalam kondisi lemah dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Saat ini, GJALi sedang berada pada posisi tersebut.

Bukan berita yang sedang ia kejar, bukan narasumber yang sedang ia wawancarai, dan bukan pula peristiwa yang sedang ia laporkan.

Kali ini, ia hanya berharap satu hal sederhana namun sangat berarti: doa dari sahabat-sahabat seperjuangan.

Doa agar Allah SWT memberikan kekuatan.

Doa agar proses perawatannya dimudahkan.

Doa agar penyakit yang dideritanya segera diangkat.

Dan doa agar ia dapat kembali sehat serta berkumpul bersama keluarga dan rekan-rekan seprofesinya.

Solidaritas Sesama Insan Pers

Permohonan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan media, organisasi, maupun tempat bertugas, sesama insan pers tetap memiliki ikatan persahabatan dan persaudaraan.

Ketika seorang rekan sedang mendapatkan ujian, tidak ada salahnya bagi kita untuk sejenak berhenti dari kesibukan, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa.

Sebab terkadang, sesuatu yang terlihat sederhana bagi kita—sebuah doa—bisa menjadi sangat berarti bagi seseorang yang sedang terbaring menjalani perawatan.

GJALi pun berharap tali silaturahmi dan persaudaraan di antara rekan-rekan media tetap terjaga. Ia mengajak seluruh sahabat seprofesi untuk terus menjaga kekompakan, solidaritas, dan kebersamaan.

“Salam persahabatan, persaudaraan. Tetap solid dan kompak. Salam satu pena,” pesannya.

Doa dan Harapan untuk Kesembuhan

Kabar mengenai kondisi GJALi menjadi momentum bagi sesama rekan wartawan untuk kembali menguatkan arti sebuah persaudaraan.

Profesi boleh berbeda, media boleh berbeda, tempat bertugas boleh berjauhan, tetapi rasa kemanusiaan dan persahabatan tidak mengenal batas.

Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada GJALi, mengangkat penyakitnya, memberikan kekuatan dan kesabaran selama menjalani perawatan, serta memberikan kesehatan yang lebih baik.

Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi, GJALi dapat kembali meninggalkan ruang perawatan, kembali menjalankan aktivitas jurnalistik, kembali turun ke lapangan, dan yang paling dinantikan oleh sahabat-sahabatnya: kembali duduk bersama, berbincang, bercanda, serta berbagi cerita dengan rekan-rekan seprofesi.

Reporter jurnalisindependen
(Ga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *