Example 728x250

Ketua DPP Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Ziarah Kubro Hadiri Haul Syekh Jumadil Kubro di Trowula

MOJOKERTO –jurnalisindependen.co.id Desa Sentono Rejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi lokasi berlangsungnya peringatan haul sekaligus pelaksanaan Ziarah Kubro untuk mengenang jasa Syekh Jumadil Kubra, tokoh yang diakui sebagai salah satu penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa. Kegiatan spiritual dan bersejarah ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah, KH. Abas Billy, didampingi jajaran pengurus pusat maupun daerah.
dan juga ketua DPW Jatim KH.sayaikur Rizal dan jajaran.

 

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, KH. Abas Billy memimpin rangkaian doa dan ziarah di makam sang ulama besar. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran rombongan bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan wujud penghormatan tulus sekaligus momen untuk mengambil pelajaran berharga dari perjuangan leluhur.

“Syekh Jumadil Kubra adalah pelopor yang membuka jalan bagi masuknya nilai-nilai Islam ke wilayah ini jauh sebelum masa keemasan para Wali Songo. Beliau mengajarkan kita berdakwah dengan kesabaran, kebijaksanaan, dan akhlak mulia, tanpa memutus hubungan dengan kearifan budaya setempat,” ujar KH. Abas Billy dalam amanatnya.

Beliau menegaskan bahwa semangat perjuangan tersebut perlu terus dihidupkan agar menjadi benteng dalam menjaga persatuan umat di tengah keberagaman. “Melalui peringatan ini, kita berkomitmen untuk melanjutkan jejak dakwah yang damai dan menyejukkan hati sebagaimana yang telah dicontohkan beliau,” tambahnya.

Tokoh masyarakat setempat, H. Sumarno, menyambut baik kehadiran para tokoh organisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaan makam di Desa Sentono Rejo memiliki kaitan erat dengan sejarah Trowulan sebagai pusat Kerajaan Majapahit. “Dahulu beliau hadir untuk berdialog dan hidup bersama masyarakat, sehingga ajaran yang dibawanya diterima dengan hati terbuka. Kami sangat bangga jika tempat ini semakin dikenal sebagai pusat ziarah yang sarat nilai sejarah,” ungkapnya.

Perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Mojokerto juga memberikan apresiasi tinggi. “Kegiatan ini turut membantu melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga. Kami berharap tradisi mulia ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Rangkaian acara berjalan tertib, meliputi ziarah makam, pembacaan riwayat perjuangan, doa bersama, serta tausiyah yang relevan dengan kehidupan masa kini. Para peserta tampak khusyuk dan berharap keteladanan Syekh Jumadil Kubra senantiasa menjadi pedoman dalam beriman dan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *