GUNUNGKIDUL (DIY) | JurnalisIndependen.co.id — UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Gunungkidul terus bergerak aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanggulangan kebakaran. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Kalurahan Kedung Keris, Kapanewon Nglipar pada Senin (20/10/2025).
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkarmat Gunungkidul Handoko, ST. M.Eng menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kepada masyarakat, untuk menumbuhkan kesadaran terkait dengan dampak dan bahaya kebakaran.
Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pembekalan materi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ia mencontohkan praktik penanggulangan kebakaran dengan menggunakan handuk atau karung basah dan alat pemadam api ringan (Apar).
”Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh peserta mampu mengikutinya dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memperoleh kemampuan handal didalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, sehingga ketika terjadi kebakaran awal dapat di atasi terlebih dahulu,” Jelas Handoko.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Fraksi Golkar, Gunawan, SE, juga turut menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesadaran kebakaran di kalangan masyarakat dan pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas, dan warga dalam menjaga menanggulangi kebakaran.
“Dengan adanya pelatihan ini, harapannya warga dapat lebih siap dan sigap dalam menangani potensi kebakaran atau hal lain, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Kalurahan dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menciptakan Kalurahan Tanggap Bencana, khususnya dalam hal kebakaran permukiman dan lahan.
Disisi lain, Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono, S.pd. Dalam sambutannya menyampaikan, sosialisasi dan pelatihan di lingkup Kalurahan Kedungkeris ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat (SDM) di dalam menghadapi situasi darurat khususnya kebakaran.
”Pembekalan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat respons awal dalam menghadapi kebakaran.” Ungkap Rusdi.
Pelatihan ini diharapkan dapat mengantisipasi bencana awal yang terjadi di lingkungan. Selain itu, antar kalurahan diharapkan bisa saling bekerjasama dan berkoordinasi. Pembinaan Redkar berbasis kelurahan secara berkesinambungan akan terus dilakukan.
(Red/Arfian)



