
Prambon SDA JurnalisIndependen.co.id Penggunaan buah nanas yang masih utuh, belum dikupas, dan belum matang dinilai tidak layak dijadikan menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Hal ini menjadi sorotan publik setelah beredarnya paket makan siang berisi nanas utuh yang viral di media sosial.
Sejumlah pihak menilai penyajian nanas utuh dalam program tersebut kurang tepat karena tidak praktis dikonsumsi oleh siswa serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan keamanan pangan.
Salah satu alasan utama adalah tingkat kesulitan konsumsi. Anak-anak sekolah umumnya tidak memiliki alat untuk mengupas kulit nanas yang tebal dan tajam. Kondisi ini berpotensi membuat buah tersebut tidak dimakan dan akhirnya terbuang sia-sia.
Selain itu, nanas yang masih mentah atau berwarna hijau dapat menimbulkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain diare, mulas, hingga rasa mual pada anak.
Dari sisi kesehatan, kandungan asam pada nanas juga cukup tinggi. Jika buah dikonsumsi dalam kondisi kurang matang atau saat perut kosong, hal ini berpotensi memicu iritasi pada lambung.
Masalah lain yang menjadi perhatian adalah aspek keamanan pangan. Nanas yang disajikan dalam kondisi utuh kemungkinan tidak dicuci terlebih dahulu oleh siswa sebelum dikonsumsi. Padahal, bagian kulit nanas berpotensi membawa kotoran atau bakteri.
Selain itu, kualitas dan tingkat kematangan buah juga menjadi faktor penting. Nanas yang masih mentah cenderung memiliki rasa sepat dan terlalu asam, sehingga kurang disukai anak-anak serta tidak memberikan manfaat nutrisi yang optimal dibandingkan nanas yang sudah matang.
Oleh karena itu, apabila nanas ingin dimasukkan dalam menu Program Makan Bergizi Gratis, disarankan agar buah tersebut disajikan dalam kondisi sudah dikupas, dicuci bersih, serta matang. Dengan demikian, keamanan, kenyamanan, serta nilai gizi bagi anak-anak dapat lebih terjamin.(Red)

