
LAMPUNG JurnalisIndependen.co.id Belum selesai kasus ambruknya pesantren Al-Khoziniy Buduran Sidoarjo yang makan korban 64 jiwa, kini muncul kasus pesantren ambruk lagi di Lampung.
Peristiwa pesantren ambruk di Lampung terjadi pada tanggal 7 Oktober 2025 dan tidak memakan korban jiwa, karena yang ambruk adalah aula yang belum dipakai, karena masih proses pembangunan.
Beberapa tokoh berkomentar bahwa negara harus hadir pemerintah harus tanggung jawab.
DPR RI juga meminta kepada pemerintah agar puluhan ribu pesantren disupervisi.
Usai Sidoarjo, Aula Pesantren di Lampung Roboh, Ponpes Dinilai Butuh Penguatan Kolaborasi Pentahelix
Tragedi Ponpes Al Khoziny Jadi Pelajaran, Bangkalan Siap Data dan Evaluasi Semua Ponpes
Gus Firman menyatakan bahwa pesantren bukan hanya butuh kehadiran negara tapi butuh penguatan kolaborasi pentahelix.
Kolaborasi pentahelix pesantren ini sinergi antara 5 stakeholder yang terdiri dari pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas dan media untuk bersama-sama mengembangkan dan memajukan pesantren, mulai dari pendidikan agama, pengembangan ekonomi hingga peran-peran sosial.
“Sebetulnya pesantren tidak hanya butuh kehadiran negara, tapi butuh penguatan kolaborasi pentahelix.” ucap panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK) ini saat diwawancarai melalui telepon, Kamis (9/10/2025).
Penulis;M.Ysf

