
Surabaya-JurnalisIndependen.co id Di tengah kerumitan tantangan yang dihadapi bangsa ini, lahir sosok perempuan tangguh dari Jawa Timur yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Dialah Susiani, Wakil Presiden Bidang Organisasi DPP Gerakan Aktifis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (G-APKM). Dari berbagai sudut pandang, publik mulai menjulukinya sebagai “Destroyer Koruptor” – simbol penghancur segala praktik culas yang merugikan hak rakyat.
Susiani, di usianya yang masih muda dan penuh semangat, menunjukkan bahwa ia adalah sosok berbeda di arena aktivisme. Dia bukan hanya seorang orator yang pandai berbicara di atas panggung atau jalanan, tetapi juga seorang pegiat yang serius membangun jaringan kerja nyata. Tujuannya jelas: mendorong penegakan hukum dan kesejahteraan sosial. Dari dalam ruang rapat yang formal hingga turun ke lapangan yang penuh tantangan, langkah-langkahnya tampak memberi semangat baru kepada masyarakat Jawa Timur untuk berjuang demi keadilan.
Meneladani sikap pejuang Cut Nyak Dien, seorang pahlawan wanita asal Aceh yang sangat dihormati dalam sejarah Indonesia, bukanlah hal yang berlebihan. Jika Cut Nyak Dien melawan penjajahan kolonial dengan keberanian dan strategi perang, maka Susiani melawan “penjajah modern” berupa korupsi dengan suara lantang, data yang valid, serta gerakan sosial yang terorganisir. Ia menunjukkan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan tidak harus dilakukan dengan senjata, tetapi bisa dilakukan melalui pendidikan, advokasi, dan aksi nyata di lapangan.
Julukan Srikandi Jawa Timur bukanlah sekadar pujian tanpa makna. Rekam jejaknya menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi dugaan mafia anggaran, menyingkap tabir kegelapan di balik hibah yang tidak transparan, serta membela suara rakyat kecil yang sering kali menjadi korban ketidakadilan. Dalam setiap kesempatan, ia tak henti-hentinya mengingatkan, “Kesejahteraan rakyat adalah harga mati. Siapa pun yang mengkhianatinya, berarti berhadapan dengan saya.”
Kepemimpinan yang ditunjukkan Susiani adalah sumber inspirasi dan harapan bagi banyak orang. Aura militansinya tak jarang membuat lawan-lawan politiknya gentar, bahkan pada saat yang bersamaan, masyarakat menyambut kehadirannya dengan penuh harapan. Susiani disebut sebagai embun penyejuk sekaligus penopang keadilan, layaknya hujan yang datang membawa kehidupan setelah musim kemarau yang panjang.
Saat ini, langkah Susiani menuju periode kepemimpinan 2025–2027 sebagai Wakil Presiden Bidang Organisasi DPP G-APKM semakin dinantikan. Publik berharap besar padanya untuk terus menjadi tameng masyarakat, pelita dalam kegelapan korupsi, dan simbol perlawanan perempuan terhadap segala bentuk penindasan. Dengan jejak langkahnya yang jelas dan tulus, Susiani bukan hanya menjadi inspirasi, tetapi juga adalah bukti bahwa semangat pejuang bangsa tak pernah padam, dan perjuangan untuk keadilan akan terus berlanjut.(Doy)

